Kategori
Pendidikan Supervisi

Pengawas Sekolah

Pengawas sekolah salah satu tenaga kependidikan yang penting. Pengawas sekolah sempat diragukan keberadaannya. Apa dan bagaimana peran pengawas sekolah?

Tentang Pengawas Sekolah

Pengawas sekolah salah satu tenaga kependidikan yang penting. Pengawas sekolah sempat diragukan keberadaannya. Apa dan bagaimana peran pengawas sekolah? Mari kita diskusikan …

Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.

pengawas sekolah

Pengawas SD/SMP/SMA/SMK adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan (wikipedia)

Kegiatan pengawasan adalah kegiatan dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional Guru.

Kedudukan Pengawas Sekolah

(1) Pengawas Sekolah berkedudukan sebaqai pelaksana teknis fungsional di bidang pengawasan akademik dan manajerial pada sejumlah satuan pendidikan yang ditetapkan.

(2) Jabatan ini sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh Guru yang berstatus sebagai PNS.

Tugas Pokok Pengawas Sekolah

(3) Tugas pokok seorang Pengawas adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan,  pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus.

Rumpun Jabatan

(4) Jabatan fungsional Pengawas adalah jabatan fungsional yang termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya.

Beban Kerja

(1) Beban kerja Pengawas Sekolah adalah 37,5 (tiga puluh tujuh setengah) jam perminggu di dalamnya termasuk pelaksanaan pembinaan, pemantauan, penilaian, dan pembimbingan di sekolah binaan.

Bidang Pengawasan

(2) Sasaran pengawasan bagi setiap Pengawas Sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut:

a. untuk taman kanak-kanak/raudathul athfal dan sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah paling sedikit 10 satuan pendidikan dan/atau 60 (enam puluh) Guru;

b. untuk sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan paling sedikit 7 satuan pendidikan dan/atau 40(empat puluh) Guru mata pelajaran/kelompok mata pelajaran;

c. untuk sekolah luar biasa paling sedikit 5 satuan pendidikan dan/atau 40 (empat puluh) Guru; dan

d. untuk pengawas bimbingan dan konseling paling sedikit 40 (empat puluh) Guru bimbingan dan konseling.

(3) Untuk daerah khusus, beban kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling sedikit 5 (lima) satuan pendidikan secara lintas tingkat satuan dan jenjang pendidikan.

Bidang pengawasan meliputi pengawasan taman kanak-kanak/raudhatul athfal, sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, pengawasan rumpun mata pelajaran/mata pelajaran, pendidikan luar biasa, dan bimbingan konseling.

Jenjang Jabatan Pengawas

(1) Jabatan fungsional Pengawas merupakan jabatan tingkat keahlian.

(2) Jenjang jabatan fungsional Pengawas dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu:

  • a. Muda;
  • b. Madya; dan
  • c. Utama.

(3) Jenjang pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat 2 sesuai dengan jenjang jabatannya, yaitu:

a. Muda:

  • 1. Penata, golongan ruang Illlc; dan
  • 2. Penata Tingkat I, golongan ruang Illld.

b. Madya:

  • 1. Pembina, golongan ruang IV/a;
  • 2. Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b; dan
  • 3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c.

c. Utama:

  • 1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan
  • 2. Pembina Utama, golongan ruang IV/e.

(4) Jenjang jabatan/pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (3), adalah jenjang jabatan/pangkat berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan.

(5) Penetapan jenjang jabatan fungsional ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sehingga dimungkinkan jabatan/pangkat tidak sesuai dengan jabatan/pangkat sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

Demikian diskusi seputar jabatan pengawas sekolah. Semoga bermanfaat.

SUMBER :
PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR 01/III/PB/2011 NOMOR 6 TAHUN 2011                

Author Profile

Endarta
EndartaPenulis
Dilahirkan di Sleman DIY
Alumni
SD Petinggen 2 Yogyakarta
SMP Negeri 6 Yogyakarta
STM Pembangunan Yogyakarta
FPTK IKIP Yogyakarta Pendidikan Teknik Elektronika
MST / MTS / METSI Universitas Gajah Mada Yogyakarta
Master Trainer Pedagogic Program MONE - ITE Singapore
Pemenang ke 2 Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2019 Jenjang SMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *